“Nandur Roso, Ngunduh Paseduluran”
Menanam Kepedulian, Menuai Persaudaraan
Pidato Laporan Pertanggungjawaban PP Kagamahut 2022–2025
Musyawarah Nasional VI Kagamahut
Yogyakarta, 17 Oktober 2025
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Rahayu, salam lestari!
Yang saya hormati:
- Ketua Dewan Pembina dan Dewan Penasehat Kagamahut,
- Para sesepuh, senior, dan sahabat rimbawan lintas generasi,
- Rekan-rekan pengurus pusat, pengurus daerah, dan keluarga besar alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada yang saya banggakan,
Izinkan saya berdiri di hadapan panjenengan semua dengan penuh rasa syukur dan haru. Hari ini, kita berkumpul bukan hanya untuk menutup sebuah masa bakti, tetapi untuk menyulam kembali kisah perjalanan pengabdian, yang kita tanam bersama tiga tahun terakhir — kisah tentang nandur roso lan ngunduh paseduluran.
Nandur Roso — Menanam Rasa, Menanam Kepedulian
Tiga tahun lalu, pada awal masa bakti 2022–2025, kita memulai perjalanan dengan gagasan sederhana tapi bermakna:
“Menjadikan Kagamahut sebagai rumah rimbawan yang guyub, rukun, lan migunani.”
Kita menanam rasa — nandur roso — dengan menumbuhkan organisasi yang solid, terstruktur, dan berdaya.
Di bidang Organisasi dan Keanggotaan, kita bergerak dari Sabang sampai Merauke.
- Sembilan pengurus daerah baru resmi dikukuhkan: di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Bangka Belitung, dan Sumatera Utara, Jawa Timur, Sumatera Selatan dan Sulawesi Tenggara.
- Setiap pengukuhan bukan sekadar seremoni, tapi lahirnya semangat baru rimbawan daerah untuk ngopeni jejaring, nguripi ide, lan nglairake karya.
- Kita ajak seluruh pengurus daerah untuk membangun sinergi lintas sektor, memperkuat kaderisasi, dan menghidupkan budaya gotong royong.
Kita juga menanam bibit kader baru — rimbawan muda — melalui pembekalan CPNS dan forum diskusi rutin.
Kita tanamkan nilai: bahwa rimbawan sejati bukan hanya menanam pohon, tetapi juga menanam tanggung jawab dan cinta terhadap bumi.
Ngunduh Paseduluran — Menuai Persaudaraan dan Kepedulian
Dari rasa itu, tumbuh kepedulian. Dari kepedulian, lahirlah persaudaraan.
Melalui Bidang Sosial dan Pengabdian Masyarakat, Kagamahut hadir di tengah masyarakat — di tempat-tempat yang membutuhkan uluran tangan dan kehadiran kita.
- Ketika Cianjur diguncang gempa, Kagamahut menyalurkan bantuan langsung ke desa-desa penyangga Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
- Saat Bekasi terendam banjir, kita turun bersama membawa 275 paket sembako bagi warga terdampak.
- Saat kemarau panjang melanda Gunungkidul, alumni angkatan 1996 menyalurkan 65 tangki air bersih untuk warga yang kehausan.
Di bulan suci Ramadhan, Kagamahut hadir dalam Bakti Sosial Ramadhan dan Buka Puasa Bersama “Silaturahmi untuk Kolaborasi” — karena kita percaya, berbagi bukan soal banyaknya harta, tapi hangatnya rasa.
Dan, tak kalah penting, kegiatan Bakti Sosial di Balai Tresna Werdha Sleman menjadi pengingat lembut bahwa kepedulian itu harus menembus lintas usia dan generasi.
Kita pun menanam 1.000 pohon di Ranupane, menanam semangat di Bukit Soeharto, dan menanam cinta di hati setiap rimbawan.
Itulah ngunduh paseduluran — memanen persaudaraan dari benih-benih rasa yang kita tanam bersama.
Dan paseduluran itu mencapai makna paling dalam ketika kita bersama mengantarkan kepergian Almarhum Bagas Adi Prayoga, rimbawan muda yang gugur saat menunaikan kuliah kerja nyata di Maluku.
Tanpa diminta, seluruh elemen rimbawan — senior, alumni, dosen, dan mahasiswa — bergerak serentak, bahu membahu membantu keluarga almarhum.
Kita memang tak kuasa menolak takdir, tetapi kita membuktikan bahwa dalam duka pun, paseduluran menjelma menjadi kekuatan. Bagas telah pergi, namun ia meninggalkan pesan yang dalam: bahwa menjadi rimbawan bukan sekadar profesi, melainkan panggilan jiwa.
Sinergi, Kolaborasi, dan Kontribusi
Melalui Bidang Kerja Sama dan Hubungan Antar-Lembaga, Kagamahut menjelma menjadi jembatan yang kokoh antara kampus, alumni, masyarakat, dan pemerintah. Kita berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan nasional:
- Nitilaku UGM 2022 dengan penanaman pohon di Wisdom Park, menandai kontribusi Kagamahut dalam merti bumi ambangun nagari.
- Gerakan Penanaman Pohon Nasional 2023, serentak di 23 wilayah Indonesia, dari Sulawesi hingga Kalimantan, dari pesisir hingga pegunungan.
- Di Forestry Run dan Malam Ramah Tamah Dies Natalis ke-61, kita tidak hanya berlari bersama, tapi meneguhkan langkah Kagamahut sebagai bagian dari keluarga besar Fakultas Kehutanan UGM.
Sinergi ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi jejaring kolaborasi nyata — dengan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil — untuk membumikan nilai-nilai hutan lestari, keberlanjutan, dan kebersamaan.
Kajian dan Advokasi Kebijakan — Suara Rimbawan untuk Negeri
Dalam bidang Kajian dan Advokasi Kebijakan, Kagamahut mengambil peran strategis sebagai rumah gagasan dan suara moral rimbawan Indonesia.
Melalui webinar series Dies Natalis ke-60 Fakultas Kehutanan UGM, kita menegaskan posisi rimbawan sebagai agen perubahan:
- Di Webinar #1, kita membahas Peran Perhutanan Sosial sebagai jembatan antara kelestarian dan kesejahteraan.
- Di Webinar #2, kita menyoroti pentingnya daya dukung dan daya tampung untuk mendukung SDGs dan FOLU Net Sink 2030.
- Dan di Webinar #3, kita mengulas pengelolaan hutan untuk kelestarian dengan berbasis riset, inovasi, dan kolaborasi.
Puncaknya, kita saksikan momen bersejarah:
UGM menganugerahkan Doktor Honoris Causa kepada Ir. Wahjudi Wardojo, M.Sc., rimbawan paripurna, simbol dedikasi dan integritas alumni kehutanan UGM bagi bangsa.
Dari Kagamahut untuk Indonesia
Rekan-rekan rimbawan yang saya cintai,
dari seluruh kegiatan yang kita lakukan — mulai dari penguatan organisasi, bakti sosial, kolaborasi, hingga advokasi kebijakan — satu pesan utama yang saya ingin tegaskan adalah:
Kagamahut bukan hanya tentang alumni Fakultas Kehutanan UGM. Kagamahut adalah tentang gerakan rasa — gerakan yang menanam nilai, menumbuhkan kepedulian, dan memanen persaudaraan.
Kita telah nandur roso di berbagai pelosok negeri, dan hari ini kita ngunduh paseduluran dari persahabatan, solidaritas, dan karya yang tumbuh di hati setiap rimbawan.
Penutup: Dari Hati untuk Hutan, Dari Kagamahut untuk Negeri
Hadirin yang saya hormati,
Tiga tahun bukan waktu yang panjang, tapi cukup untuk membuktikan bahwa dengan niat baik dan kerja bersama, hutan bisa lestari, masyarakat bisa sejahtera, dan persaudaraan bisa abadi.
Saya mengucapkan terima kasih setulusnya kepada seluruh pengurus pusat, pengurus daerah, para senior, dan rimbawan muda yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini.
Semoga apa yang telah kita tanam, tumbuh menjadi pohon kebaikan yang rindang, menaungi banyak orang, dan menjadi warisan abadi bagi generasi berikutnya.
Nandur Roso, Ngunduh Paseduluran — Menanam Kepedulian, Menuai Persaudaraan.
Dari Kagamahut, untuk Almamater, untuk Negeri.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam rimbawan, salam lestari!
Yogyakarta, 17 Oktober 2025
Ir. Dyah Murtiningsih, M.Hum



















